Selasa, 16 November 2010

belum ada judul,

hari ini untuk ke 3 kalinya saya tidak merasakan suasana Idhul Adha sama2 keluarga,
saya sangat merindukan suasana seperti 3 tahun lalu dan tahun sebelum-belumnya,
seperti 2 tahun sebelumnnya (tepatnya idhul adha pertama di manado) suasana lebaran haji hanya terasa di mesjid saat shalat ID, setelah pulang ke kos suasana itu hilang dan berubah menjadi rutinitas di hari2 libur biasanya,
saya dan beberapa teman bertukar pengalaman waktu leberan bersama keluarga dan teman di kampung halaman, hanya di temani oleh secangkir kopi dan sebatang rokok,
hampir semuanya memegang hp, sayapun juga demikian sibuk balas sms yang masuk dan minta maaf pada orang2 yang namanya ada di kontak hp,
setelah puas bercerita kamipun kembali ke kamar masing2, saya lalu menyalakan laptop, online, main poker, dan menulis tulisan ini,


biasanya sehabis shalat ID mama akan langsung menelfon saya tapi sekarang tidak, beliau mungkin sibuk melayani tamu2 yang sudah berdatangan kerumah, kalau mengingatnya saya menjadi sedih, 
mungkin saya yang harus menelfon lebih dulu, minta maaf dan mendoakannya,
bapa dan ka one pasti lagi sibuk mengurus hewan kurban di mesjid, sedangkan ka nana membantu mama di rumah,

4 orang yang paling saya cintai di dunia ini sedang sibuk dengan kesibukan masing2, tapi saya tidak tau mau bikin apa, tugas nanti saja, ol nda menarik, makan belum lapar, belajar lagi nda mut, pasiar rumah teman2 jauh, tidur ngantuk belum datang, melamun suatu hal yang membosankan, terpaksa lanjutka menulis walau kacau, tidak sistematis dan berbobot, hanya iseng2. sangat2 tidak menarik,

anak rantau itulah kata yang membuat saya kuat bila mengingat itu semua seperti kata mama "begitu kalau lagi menuntut ilmu, jauh dari orang tua, sekarang sudah enak kalau rindu tinggal telfon atau sms saja, tapi kalo mama masih sekolah dulu cuma pake surat saja, belum ada telfon. sabar2 saja nak"
mama mubin sayang mama,

setelah saya menyelesaikan tulisan ini langsung menelfon mereka,

ma, pa, ka one, ka nana  mubin minta maaf.